Friday, 2 May 2014

Mutiara Iman : Maksud Allah siapa yang tahu?

Sharing is Caring
Pada satu zaman, ada seorang raja yang amat zalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini ditimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Di bawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya.

Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.

Hingga akhirnya ada seorang tabib yang mengatakan bahawa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar khabar ini. Meskipun raja menyedari bahwa saat ini bukanlah musim ikan itu muncul ke permukaan namun dipaksanya juga semua orang untuk mencari ikan itu.

Aneh bin ajaib ... walaupun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.

Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal dengan kebijaksanaannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya.

Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Ternyata kesimpulan para tabib sama, iaitu ubatnya adalah sejenis ikan tertentu yang saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut, kerana itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.

Tapi apa yang terjadi? Ikan-ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak. Walaupun pihak kerajaan telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun mangkat.

Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu. Akhirnya mereka menghadap Allah dan bertanya,

" Ya Allah, apa sebabnya Engkau mengirim ikan-ikan itu ke permukaan sehingga raja yang zalim itu selamat, sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?

Tuhan pun berfirman,"Wahai para malaikat-Ku,sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Kerana itu Aku balas kebaikannya itu, sehingga pada waktu dia datang menghadap-Ku tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah! Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, kerana itu Aku hukum dia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa padanya, kerana hukuman atas dosanya telah ku tunaikan seluruhnya di dunia!"


Kita belajar 4 perkara dari kisah ini:

1. Ada kesalahan mendapat hukuman terus di dunia dan kita terlepas di akhirat nanti.. In shaa Allah.
- Keyakinan ini akan menguatkan lagi iman kita apabila sedang ditimpa musibah.

2. Apabila kita tidak pernah ditimpa musibah, jangan terleka. Jangan-jangan Allah menghabiskan tabungan kebaikan kita. 
- Keyakinan ini mampu menjaga kita dari terus alpa dengan kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan ukhrowi.

3. Petaka yang menimpa seseorang tidak menunjukkan yang orang itu telah berbuat keburukan. 
- Keyakinan ini akan dapat mencegah kita dari berprasangka buruk dan menyalahkan seseorang itu, justeru yang timbul adalah keinginan untuk membantu meringankan penderitaannya.

4. Tiada siapa yang tahu maksud Allah. Apa yang terjadi adalah dengan izin Nya. Selepas berusaha sebaik mungkin dengan daya kemampuan kita sebagai manusia, kita redha, pasrah dan tawakal dengan ketentuan Nya.


Wallahu'alam.


Salam Jumaat. Moga bermanfaat.
Post a Comment